RUANG LINGKUP PSIKOLOGI AGAMA
A.
Bimbingan konseling islam perlu psikologi agama
Agama
itu merupakan sebuah pegangan kehidupan
dan pentujuk bagi kehidupan kita,agama sangat berpengaruh besar dalam kehidupan
dan menempati posisi yang pailing unggul,orang yang memiliki agama pasti
hidupnya akan lebih teratur karena dengan agama juga kita dapat menjauhi
hal-hal yang baik ataupun hal yang buruk ,hidup tanpa agama itu seperti badan
tanpa nyawa nah,begitu pula dalam bimbingan konseling islam tidak mungkin seorang
konseli membimbing kliennya tetapi sikonseli sama sekali tidak mengetahui
perihal tentang agama,agama itu pembentuk sikap kita,ketika si klien bermasalah
lihat dulu bagaimana agama nya,ketika kita mengetahui bahwa siklien kurang baik
dalam agamanya nah berarti sikap keagamanya yang seharusnya kita perbaiki,ketika
si klien telah menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan dalam
agamanya,maka kebaikan pada dirinya akan semakin meningakat.
Seperti
dalam Q.S.as-Syams (8) tersebut didalam jiwa kita itu sudah ada jalan yng buruk
dan jalan yang baik,hanyasanya terkadang banyak yang belum tahu dia sedang
berada dijalan yang mana, begitu juga dengan klien tersebut ia sedang
membutuhkan bantuan untuk menemukan jalan yang baik yaitu hanya dengan agama.bukan
hanya Al-Quran saja yang berbicara,Ditegaskan juga oleh Moh.Surya (2006) bahwa
salah satu tren dari bimbingan konseling saat ini adalah bimbingan dan
konseling spritual,sehinnga penting rasanya untuk mempelajari psikologi
agama,bzhkan bukan hanya pada bimbingan konseling islam tapi dari semua aspek
itu tidak pernah lepas dari pada agama.
B. Sejarah perkembangan
psikologi agama
Jadi,berbicara
tentang sejarah perkembangan psikologi agama,tentu sebelum kita mempelajarinya
kita harus mengetahui sejarah perkembangannya terlebih dulu guna memudahkan
kita untuk mempelajarinya.
Ternyata
permasalahan yang menjadi ruang lingkup kajian psikologi agama banyak terdapat
melalui informasi kitab suci agama maupun sejarah agama seperti proses yang
dibicarakan Al-Qurancara ibrahim as memimpin umatnya untuk bertauhid kepada
Allah.
76. Ketika malam Telah gelap, dia melihat sebuah
bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang
itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."
77. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia
berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, dia
berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku,
Pastilah Aku termasuk orang yang sesat."
78. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit,
dia berkata: "Inilah Tuhanku, Ini yang lebih besar". Maka tatkala
matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya Aku berlepas
diri dari apa yang kamu persekutukan.
Dengan melalui informasi kitab suci agama maupun
sejarah agama tadi dijadikanlah sebuah objek kajian psikologi agama.tapi
berdasarkan sumber barat,Para ahli psikologi agama menilai bahwasannya
psikologi agama itu mulai populer sekitar akhir abad ke-19,
Dan menurut thouless,populernya psikologi agama itu
sejak terbitnya sebuah buku The varieties of religius Experience tahun 1903
maka itu merupakan langkah awal diakui oleh para ahli psikologi agama,dan masih
banyak buku lainnya setelah buku tersebut diterbitkan,sejak saat itulah kajian
tentang psikologi agama semakin meluas sehingga para penulis non baratpun mulai
menerbitkan bukunya.sedangakan ditanah air kita psikologi agama baru dikenal
tahun 1970-an oleh Prof. Dr.Zakiah Darajat dengan sejumlah buku yang beliau
tulis menjadi pegangan bagi mahasiwa waktu itu,ada juga yang dikembangan
dilingkungan kedokteran,maupun dibidang akademik.
Psikologi Agama saat itu bisa dikatakan cabang
psikologi yang berusia muda.dari informasi maupun literatur dapt disimpulkan
bahwa psikologi agama sebagai ilmu yang yang berdiri sendiri dan memiliki latar
belakang yang begitu panjang,Justru sebaliknya,didunia timur,khususnya
diwilayah kekuasaan islam,tulisan-tulisan tentang psikologi Agama itu belum
masuk,ini bisa disebabkan karena kemunduran negara-negara islam,penyerangan
bangsa monggol ke islam dan kekalahan islam diandalusia.
Perkembangan psikologi agma ditanah air kita
dipelopori oleh tokoh-tokoh yang latar belaknnya itu ilmuwan,agamawan,dan
kedokteran.dan pengenalan psikologi agama di (IAIN) dilakukan oleh Prof,Dr.H.A.
Mukti Ali dan Prof. Dr, Zakiah Darajat nah, sejak saat psikologi agama menjadi
ilmu yang berdiri sendiri,perkembangan psikologi agama semakin pesat,padahal
masih cabang yang muda, hal ini bisa jadi disebabkan bidang kajiaanya,psikologi
agamanya menyakut masalah kehidupan pribadi.dan ilmu yang banyak memiliki
manfaat.
Perkembangannya yang semakin pesat ini ditandai
dengan terbitnya karya tulis,buku ataupun artikel yang isinya agama dalam
kehidupan manusia,dan saat ini psikologi agahx e
ma telah masuk dalam kehidupan manusia,baik itu dari rumah
tangga,sekolah,institut keagamaan,rumah-sakit dan lain lain.bahkan dalam kehidupan modern saat ini psikologi agama
menjadi sangat penting untuk dipelajari karna dapat digunakan untuk memecahkan
setiap masalah kehidupan manusia.
C.
Perkembangaan jiwa
keagamaan pada anak-anak
Nah,perkembangan jiwa keagamaan pada anak-anak itu
bisa dibentuk dari banyak hal, Menurut Woodworth pada dasarnya anak itu dilahirkan sudah
memiliki fitrah keagaaaman pada dirinya atau instink tentang
keagamaannya,tinggal bagaimana lagi kita membantunya dalam mengembangankan
sikap keagamaannya tersebut,agar tidak tidak hilang dan bisa berkembang
sehingga suatau saat ia bisa mencapai kematangan agama.
Salah satunya yang mempengaruhi perkembangan anak
itu ada pada tingkat dongeng,anak –anak itu biasanya suka dengan
dongeng-dongeng jadi saat kita ingin mengembangkan jiwa keagamaannya alangkah
baiknya kita dongengkan kepada anak-anak itu dongeng yang berbau keagamaan.
Kemudian perkembangan jiwa keagamaan anak-anak pada
tingkat kenyataan.,nah tingkat kenyataan
disini itu harus juga melalu kenyataan atau fakta nya seperti misalnya kita
berikan pengetahuan keagamaan pada anak itu dengan membawanya ketempat
pengajian atau ke majelis ceramah sehingga selain dari yang kita ceritakan anak
itu juga mengalami nya sendiri,dan selain dari tingkat tersebut kita sebagai
orang yang lebih mengetahui agama pada anak –anak tersebut sudah menjadi
kewajiban bagi kita untuk menanamkan keagamaan pada dirinya sejak dini,karena
pemahaman keagamaan sejak dini pada anak itu lebih mudah diterima dari pada ketika ia telah dewasa.
Contohnya saja didalam perkembangan jiwa keagamaan
dalam lingkungan keluarga,keluarga itu merupakan lingkungan pertama sedudah
lingkungan masyarakat,jadi peran keluarga dalam meningkatkan keagamaan pada
anak sangatlah besar disamping lingkungan keluarga itu adalah sekelompok orang
setiap tingkah atau prilakunya dapat ditiru maka dari itu keluarga harus bisa
membimbing,mengajarkan kan dan memberikan contoh yang terbaik bagi perkembngan
anaknya terutama agamanya selai dari tingkat donggeng,kenyataan dan individu
tersebut.
D.
Ayat atau hadis yang
berhubungan dengan hakikat manusia
Ayat
yang berhubungan dengan hakikat manusia adalah :
Sesungguhnya
manusia itu makhluk Allah ,dan manusia itu bukan terjadi dengan sendrinya tapi
kejadiannya itu melalui sang pencipta kita yaitu Allah swt,seperti dalam
Al-Quran surah Ar-rum ayat 40.
Artinya:Allah-lah yang
menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian
menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu
yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha
Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
Jadi
kita ini selaku manusia adalah makhluk Allah karna Allah yang telah menciptakan
kita,jadi kita selaku manusia kita harus sadar bahwasannya Allah menciptakan
kita itu tentulah memiliki tujuan yang baik sesuai dengan fitrah yang telah
Allah anugrahkan pada kita sebagaimana arti dari hadis dibawah ini :
Setiap
anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah lalu kedua orang tuanyalah yang
menjadikannya yahudi,nasrani,dan majusi ( penyembah api).apabila kedua orangtua
muslim,maka anaknya pun akan menjadi muslim.setiap bayi yang dilahirkan dipukul
oleh syaetan pada kedua pinggangnya,kecuali maryam dan anaknya (isa)
(H.R.Muslim No.4807).
Kita
semua dilahirkan dalam keadaan fitrah Atau suci hakikat kita itu fitrah tapi
hakikat kita sebagi manusia yang fitrah itu bisa hilang apabila kita hidup
dalam keadaan non muslim .jadi bagaimana caranya kita sbagai manusia yang telah
Allah anugrahkan fitrah keagamaan yang baik pada kita sudah sepatutnya kita
menjaganya dan mengembangkannya agar kita sampai pada sebuah kekonstitenan
dalam beragama.
DAFTAR
PUSTAKA :
Djuned, Subki. 2004. Psikologi Agama. Pengantarpsikologi
agama. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Rahman, Shaleh Abdul. 2009. Psikologi Agama.