Kamis, 06 Juli 2017

FUNGSI AGAMA DALAM REALITAS KEHIDUPAN INDIVIDU

Assalammualaikumwarahmatuallahi wabarakatuh!!!☺☺☺



Merhaba semua.👋

Kami ingin memberikan pengetahuan nih buat temen-temen semua yang insyAllah bermafaat bangetdeh pokoknya, Jadi temen-temen  mungkin temanya terlihat biasa ya tapi ini pasti bermanfaat banget deh,agama itu pedoman dalam hidup kita segala tingkah laku dan sikap kita diatur oleh agama,kebayang gak kalau gak ada agama apa yang terjadi pada hidup kita,kalau diibaratkan seperti raga tanpa nyawa ya,maka dari itu temen-temen kita harus harus harus bangetlah meningkatkan segala hal yang membuat kita jadi kuat agamanya.untuk lebih jelasnya kami akan membahasnya nih.

Teman-temen tau ngak ???

Fungsi agama dalam realitas kehidupan Individu

Agama merupakan penunjuk jalan bagi orang orang yang yang tidak tau ketentuan dalam bersikap dan pedoman bagi kehidupan yang sempurna,Dengan memiliki agama seseorang akan selalu berada pada jalan kebaikan dan kebenaran yang dapat menguntungkan diri sendiri ataupun  orang lain di dalam hidup bermasyarakatnya. Agama adalah segalanya bagi kehidupan manusia, karena agama adalah tiang dari segala tiang didunia yang jika tiang itu runtuh maka manusia berada pada titik kerugian.

Dibawah ini adalah beberapa fungsi agama dalam realitas kehidupan :

1. Sebagai sarana pendidikan

Agama dapat berfungsi sebagai sarana terbaik untuk mengajarkan hal hal yang baik yang dapat menguntungkan banyak pihak sesuai dengan perintah atau larangan yang harus dijalankan dan dipatuhi , agar seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih baik daan selalu berada pada jalan kebenaran dan kebaikan menurut ajaran dan kepercayaan masing masing.

2. Sebagai sarana untuk keselamatan

Agama berfungsi sebagai jalan terebaik bagi setiap orang yang berhubungan dengan tuhannya agar dapat memohon dan mengharapkan keselamatan dari kejahatan yang terlihat maupun yang tidak nyata serta keselamatan dari ancaman api neraka akibat dosa dosa dimasa lalu. Seseorang yang memiliki agama maka dirinya memiliki tuhan untuk tempat berdoa, mengeluarkansegalah hal yang menusuk hati dan memohon keselamatan dunia akhirat. dengan begitu hati bisa terasa lebih tenang dan mendekatkan diri kepada sang pencipta merupakan cara agar hati tenang.karna hanya dengan mengingat Allah lah hati kita menjadi tenang.

3. Sebagai jalan perdamaian dunia

Ini semua disebabkan karena ajaran agama yang selalu mengutamakan untuk selalu hidup berprilaku baik , saling menghormati dan menyayangi dengan orang yang beragama,walaupun berbeda dapat mewujudkan persatuan dan kesatuan juga sebagai jalan untuk menuju perdamaian dunia. didunia ini memiliki negara dengan ideologi dan agama yang berbeda beda, tetapi  semua negara dilandasi rasa saling menghormati hak asasi manusia , saling menghargai, mengutamakan persamaan derajat tapi tidak saling merugikan satu sama lainnya, menjauhi penghinaan atau penghujatan terhadap orang lain  dan tidak saling merasa benar , maka perdamian dunia akan selalu tercipta hingga akhir zaman.

4. Sebagai alat untuk sosial

Dengan beragama manusia akan lebih peka, lebih cerdas dalam menyikapi dan menghadapi masalah masalah sosial dimasyarakat, misalnya adanya kemiskinan, keadilaan, kesejahteraan rakyat, tentang hak asasi manusia  ataau tentang aktifitas yang berjalan pada jalan kemaksiatan agar segera ditertibkan dan dimusnakan agar prilaku tersebut tidak menodai wilayah sekitarnya dan tidak lagi menjerat prilaku generasi berikutnya kearah yang penuh dosa, masyarakat yang memiliki agama ( walaupun berbeda beda) maka akan memiliki jiwa yang lebih peka dan cerdas untuk menolak semua peristiwa yang berbau ketidakadilan tersebut.

5. Sebagai jenjang hidup yang baru

Ajaran agama selalu mengajarkan haal hal yang baik dan melaarang manusia untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang lain apapun bentuknya. ajaran agama mampu memperbaiki kualitas kehidupan seseorang dalam bergaul dan berinteraksi ditengah masyarakat. bahkan mampu mengubah pribadi seseorang atau kelompok menjadi memiliki jenjang kehidupan yaang baru yaitu kehidupan yang lebih baik.

6. Sebagai tempat untuk berinteaksi

Pada dasarnya Ajaran kebaikan dan kebenaran ada pada semua agama apapun didunia. agama mengajarkan manusia untuk saling bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain,Semua ajaran agama memiliki aturan yang membolehkan segala bentuk usaha yang mempunyai sifat dunia dan sekaligus agama dilakukan selama usaha yang dilakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama dan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam masyarakat .

7. Sebagai semangat kreatifitas

Ajaran agama untuk memberi semangat kemandirian dan kreatifitas seseorang agar lebih baik dan terarah tanpa ada kecurangan atau kejahatan kejahatan yang merugikan orang lain. semangat kreatifitas dapat mengajak seluruh manusia didunia untuk saling bekerja sama dalam berkarya, bekerja daan memanfaatkan keterampilan , minat dan bakat untuk kemajuan bangsa dan negara.

8. Sebagai identitas diri

Agama apapun didunia adalah sebagai identitas seseorang sebagai umat yang beragama dan tidak atheisme (Tidak beragama).  identitas tersebut bisa terdapat juga pada kartu tanda penduduk, paspor dan surat surat penting lain. hal itu menunjukkan bahwa kita harus menghormati agama orang lain yang sebenarnya telah diakui sebagai agama yang sah didunia.

9. Agama juga bisa disebut sebagai benteng kekuatan

Yaitu sebagai benteng kekuatan yang tidak mengenal ruang dan waktu karena berperan besar dalam mempengaruhi prilaku dan sikap manusia secara individu ataupun secara sosial, kalimat ini pernah  dinyatakan oleh seorang pakar ahli sosiologi yang bernama Emile Durkhien.karena agama itu adalah sebuah kekuatan dasyat yang dapat memepengaruhi kehidupan

10. Agama juga sebagai kebanggaan


Yaitu memiliki agama berarti memiliki kebangaan karena ada Allah tempat kita berserah diri, memohon bantuan,dan beribadah dilakukan agar menjadi manusia yang bisa lebih dekat dengan yang maha kuasa dan menjadi pribadi yang lebih baik.  agama sebagai kebanggaan diri secara pribadi tetapi bukan untuk dipertunjukan dalam bentuk keangkuhan, pamer atau kesombongan. karena keangkuhan hanya akan membuat jarak kita dengan orang lain menjadi menpunyai dinding batas untuk saling berinteraksi. hal ini disebabkan pada dasarnya manusia tidak menyukai seseorang yang pamer dan bangga dengan tujuan untuk menyombongkan diri.so kita wajib bangga dengan agama kita.
            Besarnya iman seseorangpun sangat berpengaruh dalam sikapnya menjalani kehidupan sehari-hari. Jika iman kita kuat, maka akan dimudahkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Akan diberikan kesabaran dalam menghadapi masalah ataupun cobaan yang melanda. Dengan keimanan yang tebal, hati kita akan tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dijauhkan dari perbuatan yang keji dan munkar.

Berhubung kita udah pada tau nih temen pengaruh besar agama dalam hidup kita itu sungguh luar biasa,untuk itu marilah teman-teman bersama kita berusaha meningkatkan sikap kita terhadap agama kita,yang dulunya males –malesan menyangkut agama sekarang  supaya menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya,yuk mari ditingkatkan insyaAllah ridho Allah akan selalu bersama kita.


Besarnya iman seseorangpun sangat berpengaruh dalam sikapnya menjalani kehidupan sehari-hari. Jika iman kita kuat, maka akan dimudahkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Akan diberikan kesabaran dalam menghadapi masalah ataupun cobaan yang melanda. Dengan keimanan yang tebal, hati kita akan tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan dijauhkan dari perbuatan yang keji dan munkar.

Berhubung kita udah pada tau nih temen fungsi besar agama dalam hidup kita itu sungguh luar biasa,untuk itu marilah teman-teman bersama kita berusaha meningkatkan sikap kita terhadap agama kita,yang dulunya males –malesan menyangkut agama sekarang harus menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya,yuk mari ditingkatkan insyaAllah ridho Allah akan selalu bersama kita.Aaminn


Wassalam mualaikum warahmatulallahi wabarakatuh!!!


PENUTUP

 Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam artikel ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, dikarena terbatasnya pengetahuan kami,kami mohon maaf.

Penyusun banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya artikel ini dan penulisan artikel ini insyaAllah di kesempatan – kesempatan berikutnya menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi pembaca, Semoga artikel ini berguna bagi penyusun  khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat Dan Agama, (Surabaya: PT. Bina Ilmu,
1982), hal.172

Aminuddin, dkk, Pendidikan Agama Islam, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005), hal. 12
Ibid., hal. 39

Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Yogyakarta: Gama Media, 2005), hal.13
Ibid., hal.16

Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat .........., hal. 142



Hendropuspito, Sosiologi Agama, (Yogyakarta: Kanisius, 2006), hal. 38

Sabtu, 03 Juni 2017

RUANG LINGKUP PSIKOLOGI AGAMA



RUANG LINGKUP PSIKOLOGI AGAMA

A.    Bimbingan konseling islam perlu  psikologi agama

Agama itu  merupakan sebuah pegangan kehidupan dan pentujuk bagi kehidupan kita,agama sangat berpengaruh besar dalam kehidupan dan menempati posisi yang pailing unggul,orang yang memiliki agama pasti hidupnya akan lebih teratur karena dengan agama juga kita dapat menjauhi hal-hal yang baik ataupun hal yang buruk ,hidup tanpa agama itu seperti badan tanpa nyawa nah,begitu pula dalam bimbingan konseling islam tidak mungkin seorang konseli membimbing kliennya tetapi sikonseli sama sekali tidak mengetahui perihal tentang agama,agama itu pembentuk sikap kita,ketika si klien bermasalah lihat dulu bagaimana agama nya,ketika kita mengetahui bahwa siklien kurang baik dalam agamanya nah berarti sikap keagamanya yang seharusnya kita perbaiki,ketika si klien telah menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan dalam agamanya,maka kebaikan pada dirinya akan semakin meningakat.

Seperti dalam Q.S.as-Syams (8) tersebut didalam jiwa kita itu sudah ada jalan yng buruk dan jalan yang baik,hanyasanya terkadang banyak yang belum tahu dia sedang berada dijalan yang mana, begitu juga dengan klien tersebut ia sedang membutuhkan bantuan untuk menemukan jalan yang baik yaitu hanya dengan agama.bukan hanya Al-Quran saja yang berbicara,Ditegaskan juga oleh Moh.Surya (2006) bahwa salah satu tren dari bimbingan konseling saat ini adalah bimbingan dan konseling spritual,sehinnga penting rasanya untuk mempelajari psikologi agama,bzhkan bukan hanya pada bimbingan konseling islam tapi dari semua aspek itu tidak pernah lepas dari pada agama.

B. Sejarah perkembangan psikologi agama

Jadi,berbicara tentang sejarah perkembangan psikologi agama,tentu sebelum kita mempelajarinya kita harus mengetahui sejarah perkembangannya terlebih dulu guna memudahkan kita untuk mempelajarinya.
Ternyata permasalahan yang menjadi ruang lingkup kajian psikologi agama banyak terdapat melalui informasi kitab suci agama maupun sejarah agama seperti proses yang dibicarakan Al-Qurancara ibrahim as memimpin umatnya untuk bertauhid kepada Allah.

76.  Ketika malam Telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."
77.  Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, Pastilah Aku termasuk orang yang sesat."
78.  Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, Ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Dengan melalui informasi kitab suci agama maupun sejarah agama tadi dijadikanlah sebuah objek kajian psikologi agama.tapi berdasarkan sumber barat,Para ahli psikologi agama menilai bahwasannya psikologi agama itu mulai populer sekitar akhir abad ke-19,

Dan menurut thouless,populernya psikologi agama itu sejak terbitnya sebuah buku The varieties of religius Experience tahun 1903 maka itu merupakan langkah awal diakui oleh para ahli psikologi agama,dan masih banyak buku lainnya setelah buku tersebut diterbitkan,sejak saat itulah kajian tentang psikologi agama semakin meluas sehingga para penulis non baratpun mulai menerbitkan bukunya.sedangakan ditanah air kita psikologi agama baru dikenal tahun 1970-an oleh Prof. Dr.Zakiah Darajat dengan sejumlah buku yang beliau tulis menjadi pegangan bagi mahasiwa waktu itu,ada juga yang dikembangan dilingkungan kedokteran,maupun dibidang akademik.

Psikologi Agama saat itu bisa dikatakan cabang psikologi yang berusia muda.dari informasi maupun literatur dapt disimpulkan bahwa psikologi agama sebagai ilmu yang yang berdiri sendiri dan memiliki latar belakang yang begitu panjang,Justru sebaliknya,didunia timur,khususnya diwilayah kekuasaan islam,tulisan-tulisan tentang psikologi Agama itu belum masuk,ini bisa disebabkan karena kemunduran negara-negara islam,penyerangan bangsa monggol ke islam dan kekalahan islam diandalusia.
Perkembangan psikologi agma ditanah air kita dipelopori oleh tokoh-tokoh yang latar belaknnya itu ilmuwan,agamawan,dan kedokteran.dan pengenalan psikologi agama di (IAIN) dilakukan oleh Prof,Dr.H.A. Mukti Ali dan Prof. Dr, Zakiah Darajat nah, sejak saat psikologi agama menjadi ilmu yang berdiri sendiri,perkembangan psikologi agama semakin pesat,padahal masih cabang yang muda, hal ini bisa jadi disebabkan bidang kajiaanya,psikologi agamanya menyakut masalah kehidupan pribadi.dan ilmu yang banyak memiliki manfaat.
Perkembangannya yang semakin pesat ini ditandai dengan terbitnya karya tulis,buku ataupun artikel yang isinya agama dalam kehidupan manusia,dan saat ini psikologi agahx            e ma telah masuk dalam kehidupan manusia,baik itu dari rumah tangga,sekolah,institut keagamaan,rumah-sakit dan lain lain.bahkan dalam  kehidupan modern saat ini psikologi agama menjadi sangat penting untuk dipelajari karna dapat digunakan untuk memecahkan setiap masalah kehidupan manusia.

C.      Perkembangaan jiwa keagamaan pada anak-anak

Nah,perkembangan jiwa keagamaan pada anak-anak itu bisa dibentuk dari banyak hal, Menurut Woodworth  pada dasarnya anak itu dilahirkan sudah memiliki fitrah keagaaaman pada dirinya atau instink tentang keagamaannya,tinggal bagaimana lagi kita membantunya dalam mengembangankan sikap keagamaannya tersebut,agar tidak tidak hilang dan bisa berkembang sehingga suatau saat ia bisa mencapai kematangan agama.

Salah satunya yang mempengaruhi perkembangan anak itu ada pada tingkat dongeng,anak –anak itu biasanya suka dengan dongeng-dongeng jadi saat kita ingin mengembangkan jiwa keagamaannya alangkah baiknya kita dongengkan kepada anak-anak itu dongeng yang berbau keagamaan.

Kemudian perkembangan jiwa keagamaan anak-anak pada tingkat kenyataan.,nah  tingkat kenyataan disini itu harus juga melalu kenyataan atau fakta nya seperti misalnya kita berikan pengetahuan keagamaan pada anak itu dengan membawanya ketempat pengajian atau ke majelis ceramah sehingga selain dari yang kita ceritakan anak itu juga mengalami nya sendiri,dan selain dari tingkat tersebut kita sebagai orang yang lebih mengetahui agama pada anak –anak tersebut sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menanamkan keagamaan pada dirinya sejak dini,karena pemahaman keagamaan sejak dini pada anak itu lebih mudah diterima dari pada  ketika ia telah dewasa.
Contohnya saja didalam perkembangan jiwa keagamaan dalam lingkungan keluarga,keluarga itu merupakan lingkungan pertama sedudah lingkungan masyarakat,jadi peran keluarga dalam meningkatkan keagamaan pada anak sangatlah besar disamping lingkungan keluarga itu adalah sekelompok orang setiap tingkah atau prilakunya dapat ditiru maka dari itu keluarga harus bisa membimbing,mengajarkan kan dan memberikan contoh yang terbaik bagi perkembngan anaknya terutama agamanya selai dari tingkat donggeng,kenyataan dan individu tersebut.

D.    Ayat atau hadis yang berhubungan dengan hakikat manusia

Ayat yang berhubungan dengan hakikat manusia adalah :
Sesungguhnya manusia itu makhluk Allah ,dan manusia itu bukan terjadi dengan sendrinya tapi kejadiannya itu melalui sang pencipta kita yaitu Allah swt,seperti dalam Al-Quran surah Ar-rum ayat 40.

Artinya:Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Jadi kita ini selaku manusia adalah makhluk Allah karna Allah yang telah menciptakan kita,jadi kita selaku manusia kita harus sadar bahwasannya Allah menciptakan kita itu tentulah memiliki tujuan yang baik sesuai dengan fitrah yang telah Allah anugrahkan pada kita sebagaimana arti dari hadis dibawah ini :

Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi,nasrani,dan majusi ( penyembah api).apabila kedua orangtua muslim,maka anaknya pun akan menjadi muslim.setiap bayi yang dilahirkan dipukul oleh syaetan pada kedua pinggangnya,kecuali maryam dan anaknya (isa) (H.R.Muslim No.4807).

Kita semua dilahirkan dalam keadaan fitrah Atau suci hakikat kita itu fitrah tapi hakikat kita sebagi manusia yang fitrah itu bisa hilang apabila kita hidup dalam keadaan non muslim .jadi bagaimana caranya kita sbagai manusia yang telah Allah anugrahkan fitrah keagamaan yang baik pada kita sudah sepatutnya kita menjaganya dan mengembangkannya agar kita sampai pada sebuah kekonstitenan dalam beragama.









DAFTAR PUSTAKA :

Djuned, Subki. 2004. Psikologi Agama. Pengantarpsikologi agama. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Rahman, Shaleh Abdul. 2009. Psikologi Agama. 

FUNGSI AGAMA DALAM REALITAS KEHIDUPAN INDIVIDU

Assalammualaikumwarahmatuallahi wabarakatuh!!!☺☺☺ Merhaba semua.👋 Kami ingin memberikan pengetahuan nih buat temen-temen semua ...